Rabu, 18 November 2009
Gravitasi Hati
MENANTI SEBUAH KEBAHAGIAAN
Aku hanyalah seorang insan biasa
Yang tak dapat terbang diatas mega biru diatas sna
Hanya termenung dibalik kebisuan tembok kamarku
Menyelinap melihat sebuah lukisan yang belum sempurna
Terlena mendengar nyanyian burung yang seakan terlelap dalam hayalku
Kunang-kunang menari dalam keindahan tipis kulitku
Tapi mengapa hati kecilku selalu menjerit
Asa dan impianku selalu beradu dalam satu tubuh
Tak ada sehelaipun dalam kebahagiaan
Hanya mampu pasrah dalam kegelapan yang selalu menghujam jiwaku
Berlari dalam setiap hembusan angin yang menari disetiap arah langkahku
Hanya sebuah cahaya lilin yang selalu temaniku
Dalam setiap kegelapan yang kulewati
Namun kuselalu menanti,
Menanti dan menanti sebuah kebahagiaan
Hingga akhir waktuku mencium tanah merah bumi ini
By : Vera Fitriyana
KEDAMAIAN ABADI
Sekokoh apapun tembok raksasa cina
Tak akan melunturkan niatku padamu
Walaupun hanya setetes sentuhan air nira siwalan
Yang menyentuh kulit tipisku
Kukan selalu mengagungkan niatku untukmu
Meski nafasku serasa berat
namun hatiku damai saat dekat denganmu
dan bila kuharus bersimpuh dikakimu
kurela, karena cintaku tulus padamu
kutak pernah ingin ini hanya mimpi
karena juru tulis dalam diriku
telah menuliskan semua rasa syangku
diatas batu putih
hsti ini selalu gundah bila aku tak bertemu denganmu
namun dikala ku melihat senyum dari bibirmu
jantungku selalu berdetak kencang,
cara bicaraku terbata-bata,
sentuhan kecil dari kelembutanmu
selalu membuatku tertunduk
seakan mendapatkan sebuah kedamaian abadi………
By : Vera Fitriyana
Aku hanyalah seorang insan biasa
Yang tak dapat terbang diatas mega biru diatas sna
Hanya termenung dibalik kebisuan tembok kamarku
Menyelinap melihat sebuah lukisan yang belum sempurna
Terlena mendengar nyanyian burung yang seakan terlelap dalam hayalku
Kunang-kunang menari dalam keindahan tipis kulitku
Tapi mengapa hati kecilku selalu menjerit
Asa dan impianku selalu beradu dalam satu tubuh
Tak ada sehelaipun dalam kebahagiaan
Hanya mampu pasrah dalam kegelapan yang selalu menghujam jiwaku
Berlari dalam setiap hembusan angin yang menari disetiap arah langkahku
Hanya sebuah cahaya lilin yang selalu temaniku
Dalam setiap kegelapan yang kulewati
Namun kuselalu menanti,
Menanti dan menanti sebuah kebahagiaan
Hingga akhir waktuku mencium tanah merah bumi ini
By : Vera Fitriyana
KEDAMAIAN ABADI
Sekokoh apapun tembok raksasa cina
Tak akan melunturkan niatku padamu
Walaupun hanya setetes sentuhan air nira siwalan
Yang menyentuh kulit tipisku
Kukan selalu mengagungkan niatku untukmu
Meski nafasku serasa berat
namun hatiku damai saat dekat denganmu
dan bila kuharus bersimpuh dikakimu
kurela, karena cintaku tulus padamu
kutak pernah ingin ini hanya mimpi
karena juru tulis dalam diriku
telah menuliskan semua rasa syangku
diatas batu putih
hsti ini selalu gundah bila aku tak bertemu denganmu
namun dikala ku melihat senyum dari bibirmu
jantungku selalu berdetak kencang,
cara bicaraku terbata-bata,
sentuhan kecil dari kelembutanmu
selalu membuatku tertunduk
seakan mendapatkan sebuah kedamaian abadi………
By : Vera Fitriyana
Langganan:
Komentar (Atom)
